PAPUA DALAM KEADAAN SANGAT BERBAHAYA OLEH HIV AIDS
https://5magazine.wordpress.com/2010/12/16/the-first-man-curred-of-hiv-infection/
http://www.stephanielynnkeil.com/read/?p=1099
http://obatpropolis.com/hiv-bisa-hilang-dengan-nutrisi
http://search.vivanews.com/search?m=art&q=hiv+papua
http://www.myspace.com/healthysexuality/blog/302883556
http://arsipberita.com/show/keterbatasan-sarana-pmtct-hambat-pencegahan-hiv-anak-142361.html
http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/74-makanan-paling-menantang-di-vietnam?cid=today
http://isp.swanih.org/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=27&Itemid=37
http://kampungtki.com/baca/18425
https://dhiez.wordpress.com/tag/gejala-hiv-aids/
http://blog.umy.ac.id/zains/page/3/
http://atheistictemple.blogspot.com/2010/11/jesus-had-aids-he-eloquently-said.html
http://www.google.co.id/images?q=hiv&hl=id&prmd=ivns&source=lnms&tbs=isch:1&ei=1mONTfKTMcjKrAfTraTZDQ&sa=X&oi=mode_link&ct=mode&cd=2&ved=0CBcQ_AUoAQ&biw=1280&bih=616
Subtipe Baru Virus Hepatitis B Ditemukan
Sejauh ini, virus tersebut baru kami temukan di Papua."
Jum'at, 1 Oktober 2010, 14:31 WIB
Umi Kals
(www.cs.nyu.edu)
SURABAYA POST – Peneliti di Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga menemukan subtipe baru virus Hepatitis B. Sudah ada empat orang terinfeksi di Provinsi Papua. Hingga saat ini, terus dilakukan penelitian terkait dampak klinis dan penanganannya.
Salah satu peneliti, Prof Maria Inge Lusida dr MKes PhD SpMK, mengatakan virus baru itu ditemukan dalam penelitian yang dilakukan ITD bersama Kobe University pada 2007. Penelitian sendiri sudah berlangsung sejak 2006. Dari penelitian itu, ditemukan subtipe baru, yakni virus Hepatitis B C6 dan D6.
“Sejauh ini, virus tersebut baru kami temukan di Papua berdasarkan contoh darah yang kami ambil dari para penderita di sana,” kata Inge.
Inge menjelaskan, selama ini ada delapan genotipe virus Hepatitis B (A sampai H) dan sembilan subtipe (adw2, adw4, ayw1, ayw2, ayw3, ayw4, adrq+, adrq–, and ayr) yang sudah berhasil diidentifikasi di seluruh dunia. Berbagai genotipe dan subtipe virus itu dikelompokkan berdasarkan letak geografis, karakteristik virus dan dampak klinis yang mungkin ditimbulkan.
Dalam penelitian yang dilakukan atas contoh darah penderita Hepatitis B di Papua, virus yang ditemukan tidak masuk dalam subtipe yang sudah ada. Ada 27 isolat virus Hepatitis B atau virus yang diisolasi. Pasca dipisahkan sesuai genotipe, isolate yang masuk kelompok C (HBV/C) sebanyak 23. Dua isolat lain masuk genotipe HBV/B. Sementara dua lagi masuk dalam genotipe HBV/D.
Namun, setelah diteliti lebih lanjut ada isolate yang tidak masuk dalam subkelompok di tipe C dan D. Virus tersebut kemudian dikategorikan menjadi HBV/C6 dan HBV/D6.
“Sampai saat ini kami belum menemukan virus yang sama di tempat lain di luar Papua,” kata Inge. Hanya saja, penelitian yang dilakukan belum sampai tahap klinis. Artinya, untuk saat ini belum diketahui tingkat keganasan dari subtipe baru virus Hepatitis B.
“Penelitian yang sudah kami lakukan baru menemukan sub tipe baru dari virus Hepatitis B. Kami belum bisa memprediksi tingkat keganasannya karena untuk masalah klinisnya perlu penelitian lebih lanjut,” kata Guru besar Fakultas Kedokteran Unair di bidang Mikrobiologi ini .
Namun jika dilihat secara keseluruhan, virus Hepatitis B termasuk virus yang mematikan. Di Indonesia sendiri, Hepatitis B termasuk salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Apalagi jika terjadi komplikasi dengan HIV (human immunodeficiency virus). Mengingat sub tipe baru hanya ditemukan di Papua, sementara jumlah kasus penderita HIV/AIDS di tempat ini sangat tinggi, dampak bagi kesehatan bisa sangat besar.
Inge mengatakan, selain subtipe HBV/C6 dan HBV/D6, baru-baru ini juga ditemukan subtipe C11. Uniknya, virus ini hanya ditemukan di dataran tinggi Papua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar