Rabu, 06 April 2011

ILMUAN PAPUA

Fisikawan dari Papua yang Membuana
Salomo Simanungkalit

INDONESIA berperadaban yang dicita-citakan masih dapat ditemukan pada Hans Jacobus Wospakrik. Tutur kata dan budi bahasa pria Papua ini sopan berbudaya. Jalannya tegap, setegak ia menjunjung tinggi rasio, kejujuran, dan keterbukaan dalam ilmu yang ia geluti dan kesehariannya, tetapi jauh dari kesan angkuh karena sorot matanya memancarkan kerendahan hati sekaligus ketetapan hati, katakanlah untuk hidup sebagai fisikawan sejati.

Berbicara dengan dosen Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengenai fisika teori dan matematika murni adalah perjumpaan dengan keheningan dan kebeningan. Perburuan fisikawan sejagat dari segala abad untuk menjawab apa sebetulnya partikel elementer hingga penjelajahan ke alam semesta dengan teori medan dan geometri diferensial ia tuturkan dalam bahasa linguistis dan bahasa matematis yang bening. Suaranya hening berkarisma hingga pendengarnya dapat mempertahankan konsentrasi berjam-jam.

Kenikmatan menyimaknya, atau membantahnya bila perlu, tak terbatas di bilik kerjanya di kampus Ganesa, tetapi juga di ruang kuliah dan kolokium. Tentu ini tak mengherankan sebab ia kuyup dengan gagasan dan alat analitis yang kuantum, relativistik, maupun yang topologis untuk membuka rahasia kosmos-dari mikro sampai makro-sejak lulus S-1 dari ITB tahun 1976. Dibutuhkan kualifikasi intelijen yang jauh di atas rata-rata untuk tiba di sini.

HANS tak hanya punya kapasitas itu, sebutlah dengan yudisium cum laude saat wisuda sarjananya. Ia giat mengirim karyanya dan dimuat di jurnal berwibawa: Physical Review D dan Journal of Mathematical Physics.

Jadi, dia tak hanya cakap membahas dan mengunyah teori dan pencapaian fisika yang digarap orang lain, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan fisika yang tentu dibahas dan dikunyah sejawatnya di berbagai kawasan dunia, di mana fisika mendapat tempat yang patut.

Kesempatan kerja sama dengan Gerardus t'Hooft di Rijksuniversiteit Utrecht, Belanda (1980-1981), dilanjutkan dengan Martinus JG Veltman di University of Michigan, Ann Arbor, AS (1981-1982), menghasilkan Classical Equation of Motion of a Spinning Nonabelian Test Body in General Relativity atas nama Hans J Wospakrik sendiri di Physical Review D tahun 1982. Kita tahu Hooft dan Veltman mendapat Nobel Fisika (1999).

Yang terbaru adalah dua makalahnya tentang partikel model Skyrme yang dimuat di dua terbitan Journal of Mathematical Physics, (42) 2001 dan (43) 2002. Keduanya ia garap bersama promotornya, Prof Dr Wojtek Zakrzewski, selama studi PhD di Durham University, Inggris (1999-2002). Makalah dan pemuatannya di jurnal itu menjadi penting karena dua hal.

Pertama, model Skyrme adalah rute yang relatif baru untuk menjawab apa itu partikel setelah dua mazhab sebelumnya: partikel titik dan string. Jika partikel dianggap sebagai titik yang tak berdimensi dalam mazhab partikel titik, dan sebagai dawai berdimensi satu dalam mazhab string, maka model Skyrme yang nonlinier ini mengasumsikan partikel sebagai bola berdimensi tiga. Kini ketiga mazhab sedang bertarung, mana yang bakal berjaya menjawab tuntas apa yang harus dipunyai suatu partikel sehingga ia yang paling elementer dari segala yang renik.

Dibangun oleh Tom Skyrme dari Universitas Birmingham tahun 1959 selagi mengajar di Universitas Malaya, Kuala Lumpur, pamornya tertekan oleh popularitas partikel titik, makin tertekan sebab string sempat menjanjikan sebagai kandidat yang bakal berhasil. Model Skyrme naik daun setelah Edward Witten dari Princeton dan AP Balachandran dari Syracuse, dua otoritas berwibawa, ikut menggarapnya. Pusat penggarapan yang intensif saat ini: Durham University tempat Hans menyelesaikan PhD tahun lalu.

Kedua, posisi internasional Hans cukup sentral dalam model Skyrme. Dia membuka jalur lain, mencari besaran fisika yang kekal menggunakan soliton topologi dan menyelesaikan persamaan nonlinier dengan mengelak masuk ke dalam perturbasi. Dengan itu, fisikawan kelahiran Serui, Papua, 10 September 1951, ini menembus Journal of Mathematical Physics yang sangat bergengsi. Rekannya di ITB mengatakan Hans orang pertama Indonesia yang tulisannya masuk di situ.

Dalam surat elektroniknya menjawab kami, Zakrzewski memandang Hans sebagai mahasiswa yang sangat pandai, inventif, banyak gagasan, dan sangat kuat matematikanya. Ia selalu siap memulai hitungan panjang dan rumit, membagi pekerjaan itu jadi unit kecil yang manageable, kemudian menggarapnya sampai menemukan jawaban terakhir.

"Pekerjaannya dalam Skyrmion masuk kategori top class," tulis Zakrzewski. "At the same time he was a very charming person, friendly, and helpful a great ambassador for his country."

DIKENAL lama sebagai fisikawan cemerlang, pada Hans timbul pertanyaan mengapa terlambat beroleh PhD. Barangkali ada soal birokrasi yang sulit dijelaskan hingga keberangkatannya tertunda. Namun, anak keempat dari 10 bersaudara pasangan Tom Wospakrik (yang guru) dan Lydia itu tak menyalahkan siapa pun. "Saya datang di Durham pada saat yang tepat ketika profesor saya memikirkan metode matematika mempelajari soliton berdimensi-N," katanya santun. "Kalau lebih awal, saya tidak kebagian. Datang terlambat, sudah diambil murid lain."

Dalam masa penantian untuk studi PhD, suami Regina Wospakrik-Sorentau dan ayah dari Willem (19) dan Marianette (17) itu tidak diam. Ia giat riset sendiri dan menghasilkan lima makalah, terbit di Physical Review D (1989), Modern Physics Letters A (1986 dan 1989), International Journal of Modern Physics (1991). Prestasi begini jarang dicapai fisikawan kita sekembali dari luar negeri.

Adalah Rebet Ratnadi, gurunya di SMA Negeri Manokwari, yang menggairahkannya belajar relativitas ketika memperkenalkan konsep garis lengkung (bukan garis lurus) sebagai penghubung terpendek dua titik. Sejak itu ia menetapkan pilihan pada Fisika dan melesat hingga mengenal dekat seluruh gagasan besar fisika partikel dan kosmologi.

Tak mengherankan kalau ia mencapai tahap "dapat melihat keindahan dalam fisika dan matematika". "Keindahan yang kita temukan dengan berkeringat itu mungkin sisa-sisa dari Taman Firdaus sebelum kita diusir Tuhan," katanya.

Khalayak dapat menikmati tuturannya yang terang mengenai relativitas umum melalui buku populer Berkenalan dengan Teori Kerelatifan Umum Einstein dan Biografi Albert Einstein (Penerbit ITB, 1987). Skripsi sarjananya yang dibimbing Dr Jorga Ibrahim tentang teori besar ini di sekitar bintang bermuatan listrik. Di situ potret Einstein tersemat.

Anda pengagum berat Einstein?

Sebentar ia diam. Ia buka tasnya: naskah buku populer Dari Atomos hingga Quark yang belum ia serahkan kepada penerbit mana pun, tentang partikel elementer dari atom masa Democritos hingga quark yang dikenal di abad ke-20. "Dengan menulis buku ini, kekaguman saya kepada para fisikawan merata," katanya. "Einstein salah satu."

Hans tengah menyelesaikan makalah untuk dikirim ke Journal of Mathematical Physics. Usaha mengisi jurnal kelak bakal terhambat oleh tugas rutin: mengajar. Kalau ada dana, ia bisa terus bekerja membiakkan gagasan dan metode membongkar rahasia alam. Akan tetapi, untuk apa dana? Bukankah pekerjaan fisika teori tidak memerlukan laboratorium atau bahan, cukup dengan berpikir?

"Dana itu membuat kita tenang bekerja," katanya. "Yang membuat kita tidak tenang adalah soal underpaid itu."

Sabtu, 26 Maret 2011

5.000 Warga Papua Kena AIDS, Termasuk Polisi

5.000 Warga Papua Kena AIDS, Termasuk Polisi
Diprediksikan jumlah pengidap HIV/AIDS di Papua meningkat tajam.
Jum'at, 20 Agustus 2010, 11:05 WIB

Elin Yunita Kristanti
Demo hari Aids sedunia (Antara/Yusran Ucang)

BERITA TERKAIT


* Ratusan Prajurit TNI di Papua Terserang AIDS
* Ratusan Prajurit TNI Papua Positif HIV


VIVAnews - Warga Papua yang positif mengidap HIV/AIDS hingga Agustus 2010 diperkirakan diatas 5.000 jiwa. Peningkatannya cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

''Dinas Kesehatan belum memberikan data resmi, tapi diprediksikan jumlah pengidap HIV/AIDS di Papua meningkat tajam. Jika September tahun lalu masih sekitar 4.600 jiwa, kali ini diperkirakan di atas 5.000,'' ucap Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Papua, Costan Karma, usai pelantikan dirinya sebagai Sekda Provinsi Papua, Jumat 20 Agustus di Jayapura.

Dengan jumlah yang terus meningkat, virus HIV/AIDS masih momok yang menakutkan di Papua. ''Semua pihak harus memberikan perhatian, agar bisa menekan angka peningkatan dan penyebaran virus mematikan ini,'' tambah dia.

Dengan jumlah diatas 5.000 jiwa yang positif HIV/AIDS, Papua berada diurutan ke-5 dari seluruh provinsi di Indonesia. Tapi, jika dihitung berdasarkan persentase penduduk, Papua urutan pertama. Jumlah penduduk Papua 2,8 juta yang positif HIV/AIDS diatas 5.000 jiwa.

Menurut Costan, penyebaran HIV/AIDS di Papua masih didominasi melalui hubungan seks secara sembarangan.

Sebelumnya, Pangdam 17 Cenderawasih Mayor Jenderal Hotma Marbun membeberkan ada sekitar 144 personil TNI di jajarannya yang positif terinfeksi HIV/AIDS.

Polda Papua hingga kini belum membeberkan secara resmi berapa jumlah personilnya yang positif HIV/AIDS. Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk tahun ini pihaknya belum mendata berapa anggota polisi yang positif HIV/AIDS. ''Kami belum melakukan tes, jadi belum mengetahui secara pasti berapa jumlahnya,'' kata Wachyono.

Mengenai bagaimana dengan data tahun 2009, Wachyono mengatakan, akan mencoba mengkonfirmasi ulang ke Dokkes Polda Papua. ''Nanti saya akan cek, berapa jumlah yang positif HIV/AIDS,'' ujar dia.

Sumber VIVAnews di Polda Papua mengungkapkan, per Desember 2009, ada sekitar 84 personil Polisi yang positif HIV/AIDS. "Dan jumlah itu diprediksikan bertambah untuk tahun ini."


iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Nasional
Jawa Timur
Pria Sering Keluar Rumah Berpotensi Kena AIDS
Pria yang dimaksud adalah mereka yang kerap meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Rabu, 2 Desember 2009, 11:37 WIB

Amril Amarullah
Beragam jenis kondom, penangkal HIV/AIDS (Antara/ Ujang Zaelani)
BERITA TERKAIT

* Papua Juara Bertahan Pengidap HIV/AIDS
* Jatim Tempati Ranking Tiga Kasus HIV/AIDS
* 85 Balita di Jabar Terinfeksi HIV/AIDS
* Perawatan Khusus Bayi Pengidap HIV di Afsel
* 25% Penderita AIDS di Mojokerto Tewas

VIVAnews -- Penularan HIV/AIDS didominasi dari hubungan seksual, dan pria ternyata menjadi pemicu utama dalam penyebaran virus mematikan tersebut. Pria yang dimaksud adalah mereka yang kerap meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama dan mereka di juluki ‘pria beresiko’.

"Dari hasil survey, ternyata pria beresiko yakni mereka yang mobile dan sering keluar rumah, baik dalam hitungan hari maupun minggu, menjadi sumber utama tajamnya penularan AIDS," kata Ketua Komisi penanggulangan AIDS Papua Costan Karma, Rabu, 2 Desember 2009 di Papua.

Menurutnya, pria yang sering meninggalkan rumah dalam waktu berhari-hari, kecenderungannya sangat tinggi melakukan hubungan seks, dengan hanya sedikit memikirkan resiko. Sehingga kondisi itu, sangat berpotensi terjangkit maupun menularkan HIV/AIDS.

"Pria kan terkadang hanya berpikir sepintas, sehingga dengan mudah melakukan hubungan seks bukan pada pasangannya," ujarnya.

Kondisi itu, sambung Costan, menjadi perhatian KPA, dan dalam program kerja kedepan, pria beresiko menjadi sasarana terutama dalam memberikan himbauan agar meminimalisir atau bahkan kalau bisa tidak melakukan hubungan seks kepada yang bukan pasangannya.

Sementara untuk di Papua, berdasarkan Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Papua Barat tahun 2009, jumlah kasus HIV-AIDS di Papua sebanyak 6245 kasus.

Epidemi HIV-AIDS di Papua menyebar dalam populasi umum (generalized epidemic). Lebih dari 90% penularannya melalui hubungan seks. penduduk usia 15-49 tahun, prevalensi HIV di Papua mencapai 2,4%.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua
• VIVAnews

11111111111111111111111111111111


Nasional
Jawa Timur
HIV/AIDS Mulai Serang Anak-anak di Papua
Virus mematikan ini mulai menjalar pada anak-anak usia dini, dan harus segera diatasi.
Kamis, 10 September 2009, 15:04 WIB
Amril Amarullah
Papua dan Irian Jaya (papua.go.id)
BERITA TERKAIT

* Penderita HIV/AIDS di Mimika, Papua Tertinggi
* RSPI Sulianti Saroso Tolak Pasien HIV
* Warga di Bali Tolak Pemakaman Penderita AIDS
* 36.085 Warga Palembang Berisiko Tinggi HIV
* Kampanye AIDS di Safari Ramadhan Gubernur NTB

VIVAnews - Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Nasional, Nafsiah Mboi mengatakan, saat ini peningkatan pengindap virus mematikan di Papua sangat memprihatinkan, dan bahkan virus tersebut ganas menyerang anak-anak usia dini.

"Virus mematikan ini mulai menjalar pada anak-anak usia dini, tentunya ini sangat memprihatinkan sekali," kata Nafsiah Mboi kepada wartawan di Papua, Kamis 10 September 2009.

Karena itu lanjut Ketua Penasihat Wolrd Vision Organisasion yang bergerak dalam pengembangan anak ini, perlu dukungan semua pihak tanpa kecuali untuk berpartisipasi menanggulangi dan melakukan pencegahan.

Menurut data KPA pada tahun 2008 bulan Maret, pengindap HIV/AIDS di Papua berjumlah 4700 orang, namun bulan Desember tahun yang sama jumlah itu bertambah drastis mencapai 5848 orang, dan di dalamnya termasuk anak-anak.

World Vision, katanya sudah menjalankan program-program untuk penanggulangan dan pencegahan bagi anak-anak, khususnya di Merauke dan Jayapura. "Komitmen kami untuk meningkatkan program tersebut dengan sejumlah mitra," tuturnya.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua
• VIVAnews

HIV AIDS PAPUA JUARA BERTAHAN

Nasional
Jawa Timur
Papua Juara Bertahan Pengidap HIV/AIDS
Tapi, bila dihitung perprovinsi, Papua berada pada urut empat.
Rabu, 2 Desember 2009, 11:22 WIB

Amril Amarullah
Peringatan Hari AIDS Sedunia (VIVAnews/Tri Saputro)

BERITA TERKAIT

* Jatim Tempati Ranking Tiga Kasus HIV/AIDS
* 85 Balita di Jabar Terinfeksi HIV/AIDS
* Perawatan Khusus Bayi Pengidap HIV di Afsel
* 25% Penderita AIDS di Mojokerto Tewas
* Kasus HIV/AIDS di Jatim Memprihatinkan

VIVAnews -- Provinsi Papua masih menempati ranking teratas untuk kasus penyebaran virus HIV/AIDS secara nasional, bila diihat dari jumlah penduduk yang hanya 2,5 juta orang, dengan pengidap lebih dari 6.000 orang. Tapi, bila dihitung perprovinsi, Papua berada pada urut empat.

"Tanah Papua masih tertinggi secara nasional bila dihitung berdasarkan persentase penduduk, tahun 2009 sesuai dengan data terakhir, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sekitar 6245 orang dengan rincian, di Provinsi Papua 4745 orang dan Papua Barat 1500 orang," kata Ketua KPA Papua Costan Karma kepada VIVAnews, Rabu 2 Desember 2009.

Sementara untuk wilayah di Papua dengan tingkat pengidap tertinggi secara nasional yakni di Timika, disusul Bandung, Jakarta dan Denpasar. "Kalau kasusnya per kota, Timika berada dalam 4 besar yang jumlah ODHAnya sangat tinggi," ujarnya.

Bahkan di bawah Timika, yakni urut 5 juga kota di Papua yakni Nabire. "Untuk hitungan nasional per kota, ada 2 kota di Papua yang pengidap HIV/AIDSnya sangat tinggi," ucapnya.

Costan mengatakan, dengan jumlah 6245 orang yang terjangkit HIV/AIDS, Papua belum bergeser sebagai provinsi tertinggi di Indonesia dalam penularan HIV/AIDS. Kondisi ini, menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi KPA Papua, terutama dalam menekan mapun mencegah penyebaran HIV/AIDS, yang didominasi dari hubungan seksual.

Focus penanganan, sambungnya, dalam menekan maupun mencegah penularan HIV/AIDS di Papua, akan diubah, dari menghapus stigma bagi ODHA lebiha kepada HAM, dimana, penanganan secara manusiawi bagi setiap ODHA.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua
• VIVAnews

http://search.vivanews.com/search?m=art&q=hiv+papua


1111111111111111111111111111111111111111111111111111

HIV AIDS PAPUA JUARA BERTAHAN

Nasional
Jawa Timur
Papua Juara Bertahan Pengidap HIV/AIDS
Tapi, bila dihitung perprovinsi, Papua berada pada urut empat.
Rabu, 2 Desember 2009, 11:22 WIB

Amril Amarullah
Peringatan Hari AIDS Sedunia (VIVAnews/Tri Saputro)

BERITA TERKAIT

* Jatim Tempati Ranking Tiga Kasus HIV/AIDS
* 85 Balita di Jabar Terinfeksi HIV/AIDS
* Perawatan Khusus Bayi Pengidap HIV di Afsel
* 25% Penderita AIDS di Mojokerto Tewas
* Kasus HIV/AIDS di Jatim Memprihatinkan

VIVAnews -- Provinsi Papua masih menempati ranking teratas untuk kasus penyebaran virus HIV/AIDS secara nasional, bila diihat dari jumlah penduduk yang hanya 2,5 juta orang, dengan pengidap lebih dari 6.000 orang. Tapi, bila dihitung perprovinsi, Papua berada pada urut empat.

"Tanah Papua masih tertinggi secara nasional bila dihitung berdasarkan persentase penduduk, tahun 2009 sesuai dengan data terakhir, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sekitar 6245 orang dengan rincian, di Provinsi Papua 4745 orang dan Papua Barat 1500 orang," kata Ketua KPA Papua Costan Karma kepada VIVAnews, Rabu 2 Desember 2009.

Sementara untuk wilayah di Papua dengan tingkat pengidap tertinggi secara nasional yakni di Timika, disusul Bandung, Jakarta dan Denpasar. "Kalau kasusnya per kota, Timika berada dalam 4 besar yang jumlah ODHAnya sangat tinggi," ujarnya.

Bahkan di bawah Timika, yakni urut 5 juga kota di Papua yakni Nabire. "Untuk hitungan nasional per kota, ada 2 kota di Papua yang pengidap HIV/AIDSnya sangat tinggi," ucapnya.

Costan mengatakan, dengan jumlah 6245 orang yang terjangkit HIV/AIDS, Papua belum bergeser sebagai provinsi tertinggi di Indonesia dalam penularan HIV/AIDS. Kondisi ini, menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi KPA Papua, terutama dalam menekan mapun mencegah penyebaran HIV/AIDS, yang didominasi dari hubungan seksual.

Focus penanganan, sambungnya, dalam menekan maupun mencegah penularan HIV/AIDS di Papua, akan diubah, dari menghapus stigma bagi ODHA lebiha kepada HAM, dimana, penanganan secara manusiawi bagi setiap ODHA.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua
• VIVAnews

http://search.vivanews.com/search?m=art&q=hiv+papua


1111111111111111111111111111111111111111111111111111

HIV AIDS PAPUA JUARA BERTAHAN

Nasional
Jawa Timur
Papua Juara Bertahan Pengidap HIV/AIDS
Tapi, bila dihitung perprovinsi, Papua berada pada urut empat.
Rabu, 2 Desember 2009, 11:22 WIB

Amril Amarullah
Peringatan Hari AIDS Sedunia (VIVAnews/Tri Saputro)

BERITA TERKAIT

* Jatim Tempati Ranking Tiga Kasus HIV/AIDS
* 85 Balita di Jabar Terinfeksi HIV/AIDS
* Perawatan Khusus Bayi Pengidap HIV di Afsel
* 25% Penderita AIDS di Mojokerto Tewas
* Kasus HIV/AIDS di Jatim Memprihatinkan

VIVAnews -- Provinsi Papua masih menempati ranking teratas untuk kasus penyebaran virus HIV/AIDS secara nasional, bila diihat dari jumlah penduduk yang hanya 2,5 juta orang, dengan pengidap lebih dari 6.000 orang. Tapi, bila dihitung perprovinsi, Papua berada pada urut empat.

"Tanah Papua masih tertinggi secara nasional bila dihitung berdasarkan persentase penduduk, tahun 2009 sesuai dengan data terakhir, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sekitar 6245 orang dengan rincian, di Provinsi Papua 4745 orang dan Papua Barat 1500 orang," kata Ketua KPA Papua Costan Karma kepada VIVAnews, Rabu 2 Desember 2009.

Sementara untuk wilayah di Papua dengan tingkat pengidap tertinggi secara nasional yakni di Timika, disusul Bandung, Jakarta dan Denpasar. "Kalau kasusnya per kota, Timika berada dalam 4 besar yang jumlah ODHAnya sangat tinggi," ujarnya.

Bahkan di bawah Timika, yakni urut 5 juga kota di Papua yakni Nabire. "Untuk hitungan nasional per kota, ada 2 kota di Papua yang pengidap HIV/AIDSnya sangat tinggi," ucapnya.

Costan mengatakan, dengan jumlah 6245 orang yang terjangkit HIV/AIDS, Papua belum bergeser sebagai provinsi tertinggi di Indonesia dalam penularan HIV/AIDS. Kondisi ini, menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi KPA Papua, terutama dalam menekan mapun mencegah penyebaran HIV/AIDS, yang didominasi dari hubungan seksual.

Focus penanganan, sambungnya, dalam menekan maupun mencegah penularan HIV/AIDS di Papua, akan diubah, dari menghapus stigma bagi ODHA lebiha kepada HAM, dimana, penanganan secara manusiawi bagi setiap ODHA.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua
• VIVAnews

http://search.vivanews.com/search?m=art&q=hiv+papua


1111111111111111111111111111111111111111111111111111

HIV AIDS PAPUA JUARA BERTAHAN

Nasional
Jawa Timur
Papua Juara Bertahan Pengidap HIV/AIDS
Tapi, bila dihitung perprovinsi, Papua berada pada urut empat.
Rabu, 2 Desember 2009, 11:22 WIB

Amril Amarullah
Peringatan Hari AIDS Sedunia (VIVAnews/Tri Saputro)

BERITA TERKAIT

* Jatim Tempati Ranking Tiga Kasus HIV/AIDS
* 85 Balita di Jabar Terinfeksi HIV/AIDS
* Perawatan Khusus Bayi Pengidap HIV di Afsel
* 25% Penderita AIDS di Mojokerto Tewas
* Kasus HIV/AIDS di Jatim Memprihatinkan

VIVAnews -- Provinsi Papua masih menempati ranking teratas untuk kasus penyebaran virus HIV/AIDS secara nasional, bila diihat dari jumlah penduduk yang hanya 2,5 juta orang, dengan pengidap lebih dari 6.000 orang. Tapi, bila dihitung perprovinsi, Papua berada pada urut empat.

"Tanah Papua masih tertinggi secara nasional bila dihitung berdasarkan persentase penduduk, tahun 2009 sesuai dengan data terakhir, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sekitar 6245 orang dengan rincian, di Provinsi Papua 4745 orang dan Papua Barat 1500 orang," kata Ketua KPA Papua Costan Karma kepada VIVAnews, Rabu 2 Desember 2009.

Sementara untuk wilayah di Papua dengan tingkat pengidap tertinggi secara nasional yakni di Timika, disusul Bandung, Jakarta dan Denpasar. "Kalau kasusnya per kota, Timika berada dalam 4 besar yang jumlah ODHAnya sangat tinggi," ujarnya.

Bahkan di bawah Timika, yakni urut 5 juga kota di Papua yakni Nabire. "Untuk hitungan nasional per kota, ada 2 kota di Papua yang pengidap HIV/AIDSnya sangat tinggi," ucapnya.

Costan mengatakan, dengan jumlah 6245 orang yang terjangkit HIV/AIDS, Papua belum bergeser sebagai provinsi tertinggi di Indonesia dalam penularan HIV/AIDS. Kondisi ini, menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi KPA Papua, terutama dalam menekan mapun mencegah penyebaran HIV/AIDS, yang didominasi dari hubungan seksual.

Focus penanganan, sambungnya, dalam menekan maupun mencegah penularan HIV/AIDS di Papua, akan diubah, dari menghapus stigma bagi ODHA lebiha kepada HAM, dimana, penanganan secara manusiawi bagi setiap ODHA.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua
• VIVAnews

144 TNI KENA HIV DI PAPUA

Ratusan Prajurit TNI Papua Positif HIV
Ini yang terbesar dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia.
Kamis, 12 Agustus 2010, 09:16 WIB
Elin Yunita Kristanti
Prajurit TNI di Kodam IV/Diponegoro, Semarang (ANTARA/R. Rekotomo)
BERITA TERKAIT

* Lagi, Anggota OPM Tembaki Warga
* Kelompok Separatis Papua Tembak Mati Warga
* Puncak Jaya Masih Mencekam
* Polisi Baku Tembak Dengan OPM Satu Kritis
* OPM Tembaki Warga Puncak Jaya

VIVAnews - Berita mengejutkan datang dari Papua, sedikitnya 144 personel TNI dari jajaran Kodam XVII Cenderawasih Papua, positif terinfeksi HIV/AIDS. Bahkan empat di antaranya meninggal. Menurut Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Hotma Marbun, ini yang terbesar dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia.

Ternyata, potensi tentara di Papua mengidap HIV/AIDS sudah bisa dilihat dari penerimaan calon prajurit. Ada saja yang terinfeksi, rata-rata 5-7 orang.

''Setiap dibuka pendaftaran, pasti ada calon prajurit yang positif mengidap HIV/AIDS, bahkan jumlahnya bisa 10 persen dari total yang mendaftar yakni rata-rata 300 orang. Itu pun baru pendaftar Jayapura,'' ujar Komandan Batalyon Infantri 751/Berdiri Sendiri Letkol Inf. Tatang Subarna, di markasnya di Sentani Papua, Kamis, 12 Agustus.

Padahal, calon prajurit itu masih dalam usia potensial, 17-21 tahun. ''Kami prihatin, dalam usia yang masih sangat muda dan begitu potensial, sudah terkena virus HIV/AIDS,'' ucapnya.

Menurut Tatang, jika ditemukan calon prajurit yang terinfeksi penyakit mematikan itu, pihaknya memilih untuk tidak memberitahukannya kepada yang bersangkutan.

''Bagi calon prajurit yang terinfeksi, kami hanya sebatas mengatakan kepada yang bersangkutan, Anda tidak lulus kesehatan. Namun, kami tidak membeberkan jenis penyakitnya,'' kata dia. (Laporan: Banjir Ambarita, Papua | kd)
• VIVAnews

144 TNI KENA HIV DI PAPUA

Ratusan Prajurit TNI Papua Positif HIV
Ini yang terbesar dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia.

Kamis, 12 Agustus 2010, 09:16 WIB
Elin Yunita Kristanti
Prajurit TNI di Kodam IV/Diponegoro, Semarang (ANTARA/R. Rekotomo)
BERITA TERKAIT

* Lagi, Anggota OPM Tembaki Warga
* Kelompok Separatis Papua Tembak Mati Warga
* Puncak Jaya Masih Mencekam
* Polisi Baku Tembak Dengan OPM Satu Kritis
* OPM Tembaki Warga Puncak Jaya

VIVAnews - Berita mengejutkan datang dari Papua, sedikitnya 144 personel TNI dari jajaran Kodam XVII Cenderawasih Papua, positif terinfeksi HIV/AIDS. Bahkan empat di antaranya meninggal. Menurut Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Hotma Marbun, ini yang terbesar dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia.

Ternyata, potensi tentara di Papua mengidap HIV/AIDS sudah bisa dilihat dari penerimaan calon prajurit. Ada saja yang terinfeksi, rata-rata 5-7 orang.

''Setiap dibuka pendaftaran, pasti ada calon prajurit yang positif mengidap HIV/AIDS, bahkan jumlahnya bisa 10 persen dari total yang mendaftar yakni rata-rata 300 orang. Itu pun baru pendaftar Jayapura,'' ujar Komandan Batalyon Infantri 751/Berdiri Sendiri Letkol Inf. Tatang Subarna, di markasnya di Sentani Papua, Kamis, 12 Agustus.

Padahal, calon prajurit itu masih dalam usia potensial, 17-21 tahun. ''Kami prihatin, dalam usia yang masih sangat muda dan begitu potensial, sudah terkena virus HIV/AIDS,'' ucapnya.

Menurut Tatang, jika ditemukan calon prajurit yang terinfeksi penyakit mematikan itu, pihaknya memilih untuk tidak memberitahukannya kepada yang bersangkutan.

''Bagi calon prajurit yang terinfeksi, kami hanya sebatas mengatakan kepada yang bersangkutan, Anda tidak lulus kesehatan. Namun, kami tidak membeberkan jenis penyakitnya,'' kata dia. (Laporan: Banjir Ambarita, Papua | kd)
• VIVAnews

1111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111

Fokus
Ratusan Prajurit TNI di Papua Terserang AIDS
Sekitar 144 prajurit terinfeksi lewat hubungan seks. Empat tewas, 15 ribu masih diperiksa.
Kamis, 12 Agustus 2010, 23:30 WIB
Ita Lismawati F. Malau
(ANTARA/R. Rekotomo)
BERITA TERKAIT

* Ratusan Prajurit TNI Papua Positif HIV
* 144 Personel TNI di Papua Positif HIV/AIDS
* Lagi, Anggota OPM Tembaki Warga
* Kelompok Separatis Papua Tembak Mati Warga
* Puncak Jaya Masih Mencekam

VIVAnews - Sedikitnya 144 personel TNI dari jajaran Kodam XVII Cenderawasih Papua, positif terinfeksi virus mematikan, HIV/AIDS. Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Hotma Marbun menyatakan jumlah ini tertinggi dibandingkan Kodam lain di wilayah Indonesia.

Menurut Hotma, para prajurit TNI terinfeksi HIV/AIDS sebagian besar tertular melalui hubungan badan. "Anggota yang terkena virus mematikan itu adalah mereka yang nakal, melakukan hubungan seks secara sembarangan,'' ujarnya.

Jumlah penderita tentu mengejutkan mengingat yang terkena adalah anggota militer, suatu organisasi berdisiplin tinggi. "Harus diingat, personil TNI juga manusia biasa," ujar anggota Komisi I DPR Agus Gumiwang dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis 12 Agustus 2010, menanggapi kabar buruk dari Papua itu.

Sejauh ini, ada empat personil TNI yang melayang jiwanya akibat penyakit ini. Sementara 15 ribu prajurit masih diperiksa.

Agus menilai perlu ada perhatian khusus bagi prajurit yang ada di pelosok, dan perbatasan saat mereka off duty karena ini bukan masalah sepele. "Apa saja yang mereka lakukan selama off itu. Ini harus dipelajari betul," kata dia.

Saat tak bertugas, kata Agus, prajurit pasti berinteraksi dengan penduduk sipil di sekitarnya. "Dan harus diingat, penyebaran HIV AIDS di Papua pun tergolong tinggi," ujar Agus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus AIDS kumulatif 19.973 kasus sampai 31 Desember 2009. Sebanyak 2808 berasal dari Papua. Jumlah ini termasuk tinggi mengingat penduduk Papua masih sedikit. Angka penderita HIV/AIDS Papua itu tak beda jauh dengan provinsi berpenduduk banyak, 2828 penderita.

"Saya kira memang ada hubungan dengan epidemi virus ini di Papua," kata Agus.

Dia menambahkan, TNI dan negara memang seharusnya memberikan fasilitas bagi prajurit yang bertugas di pedalaman dan perbatasan. "Buku atau peralatan olahraga. Kalau prajurit di pulau Jawa masih lebih enak banyak hiburan, dekat sanak saudara," kata dia. Sehingga, sambungnya, hal-hal yang 'mengganggu pikiran' prajurit saat tak bertugas bisa diminimalisir.

Meski demikian, dia mengakui anggaran TNI untuk fasilitas ini begitu minim. "Tapi, saya kira gaya hidup masyarakat Papua tidak mempengaruhi profesionalitas TNI."

Agus mengatakan sosialisasi betapa bahayanya penyakit HIV/AIDS menjadi pekerjaan rumah TNI sebagai institusi. Pasalnya, kata dia, prajurit yang sudah terjangkit tentu tak bisa bertugas semaksimal prajurit sehat. "Pusing dan sakit kepala saja bisa mengganggu tugas."

Sementara itu, infeksi HIV/AIDS bahkan sudah terdeteksi sejak seleksi calon prajurit. Komandan Batalyon Infantri (Yonif) 751/Berdiri Sendiri Letkol Inf. Tatang Subarna mengatakan dalam setiap penerimaan calon prajurit, ada saja yang terinfeksi virus penggerogot kekebalan tubuh itu. Rata-rata jumlahnya 5-7 orang.

"Bahkan jumlahnya bisa 10 persen dari total yang mendaftar yakni rata-rata 300 orang. Itu pun baru pendaftar Jayapura," ujar Letkol Tatang di markas Yonif 751, Sentani, Papua.

Padahal, calon prajurit itu masih dalam usia potensial, 17-21 tahun. "Kami prihatin, dalam usia yang masih sangat muda dan begitu potensial, sudah terkena virus HIV/AIDS," ucapnya. Menurut Tatang, jika ditemukan calon prajurit terinfeksi penyakit mematikan itu, pihaknya memilih untuk tidak memberitahu yang bersangkutan.(np)
• VIVAnews

0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000


Nasional
Jawa Timur
144 Personel TNI di Papua Positif HIV/AIDS
Sebagian besar para prajurit TNI terinfeksi HIV/AIDS melalui hubungan badan.
Selasa, 10 Agustus 2010, 13:31 WIB
Amril Amarullah
Penderita AIDS di Afrika (countdown.org)
BERITA TERKAIT

* Ganti Luna, Aline Prihatin Anak Derita AIDS
* Ibu Positif HIV/AIDS Lahirkan 5 Bayi
* Di NTB, 16 Balita Positif HIV/AIDS
* 15 Bayi Positif HIV di Singkawang
* 23 Warga Jakbar Kena HIV/AIDS

VIVAnews - Sedikitnya 144 personel TNI dari jajaran Kodam XVII Cenderawasih Papua, positif terinfeksi HIV/AIDS. Sementara sebanyak 15 ribu prajurit masih diperiksa.

"Ini merupakan yang terbesar dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia, dan dari 144 prajurit itu, empat sudah meninggal dunia," kata Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Hotma Marbun kepada wartawan di Makodam Cenderawasih, Polimak Jayapura, Selasa 10 Agustus 2010.

Menurutnya, para prajurit TNI terinfeksi HIV/AIDS sebagian besar tertular melalui hubungan badan. "Anggota yang terkena virus mematikan itu, adalah mereka yang nakal, yang melakukan hubungan seks secara sembarangan,'' ujarnya.

Tentu, kata Pangdam, ini pelajaran berharga bagi prajurit lainnya untuk tidak main-main dengan penyakit itu. Sebagai langkah awal agar virus tersebut tidak menularkan ke tubuh prajurit lainnya, Kodam VXII Cenderawasih, gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS.

Sedangkan, bagi prajurit yang sudah positif terinfeksi, dilakukan pengobatan secara rutin. Kodam XVII berupaya mencegah penyebaran virus itu, dengan mengingatkan seluruh prajurit untuk tidak sembarangan dalam melakukan hubungan intim. "Bagi yang terkena diobati secara teratur dan menyeluruh,'' paparnya.

Bahkan, tidak hanya prajurit aktif, menurut Pangdam, sejumlah calon prajurit TNI AD yang sedang mendaftar, sudah terinfeksi HIV/AIDS, dan usianya antara 18 hingga 20 tahun.

''Calon prajurit yang mendaftar di Kodam XVII banyak juga yang positif kena HIV/AIDS, usia mereka rata-rata sangat potensial, 18-20 tahun,'' singkatnya. (umi)

Laporan: Banjir Ambarita | Papua
• VIVAnews

TNI KENA HIV AIDS DI PAPUA

TNI Tangani Intensif Prajurit Terinfeksi AIDS
Diantaranya, TNI kerja sama dengan rumah sakit untuk pengobatan gratis.
Jum'at, 13 Agustus 2010, 16:58 WIB

Irvan Beka, Suryanta Bakti Susila
Panglima TNI Djoko Santoso dan Kapolri Bambang Hendarso (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT

* Ratusan Prajurit TNI di Papua Terserang AIDS
* 144 Personel TNI di Papua Positif HIV/AIDS
* Ganti Luna, Aline Prihatin Anak Derita AIDS
* Ibu Positif HIV/AIDS Lahirkan 5 Bayi
* Di NTB, 16 Balita Positif HIV/AIDS

VAnews - Panglima TNI Djoko Santoso mengatakan 144 prajurit yang menderita HIV/AIDS diberi pengobatan gratis. Selain itu, TNI pun akan menggencarkan sosialiasi bahayanya HIV/AIDS.

Menurut Djoko, jumlah penderita HIV/AIDS di Papua di atas, termasuk empat meninggal, merupakan data kumulatif dari tahun 2000 sampai sekarang. TNI, kata dia, sedang mengupayakan penanganan.

"Sudah dilakukan langkah-langkah preventif dan kuratif maupun rehabilitas," ujar Djoko di Kementrian Pertahanan, Jumat 13 Agustus 2010.

Dia menuturkan, pada 2010, TNI sudah menyusun langkah-langkah strategis untuk penanggulangan secara komprehensif baik pencegahan maupun rehabilitas dan rencana menyusun rencana aksi.

"Diantaranya kegiatan preventif melalui penyuluhan edukasi dan komunikasi dan program leader telah mencetak 145 personel," katanya. Penyuluh tersebut tersebar seluruh satuan TNI.

Langkah-langkah pengobatan melalui peningkatan kemampuan rumah sakit TNI bekerjasama dengan Kementerian kesehatan. "Ada 11 rumah sakit dengan biaya pengobatan gratis. RSPAD Gatot Soebroto (Jakarta), RSAL Ramelan, Surabaya. Khusus Jayapura rumah sakit tingkat III Mintaide Jayapura, lalu RS dr Sudibyo. Kita sudah mintakan pengobatan gratis," jelas Djoko.

TNI, kata dia, juga berkoordinasi dengan Komisi penanggulangan Penanganan HIV/AIDS dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

Sebelumnya, Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Hotma Marbun menyatakan jumlah prajurit TNI yang terinfeksi itu merupakan jumlah tertinggi dibandingkan Kodam lain di wilayah Indonesia.

Para prajurit TNI terinfeksi HIV/AIDS akibat melakukan hubungan badan. "Anggota yang terkena virus mematikan itu adalah mereka yang nakal, melakukan hubungan seks secara sembarangan,''kata dia. (umi)
• VIVAnews

Jumat, 25 Maret 2011

5.000 Warga Papua Kena AIDS, Termasuk Polisi

5.000 Warga Papua Kena AIDS, Termasuk Polisi
Diprediksikan jumlah pengidap HIV/AIDS di Papua meningkat tajam.
Jum'at, 20 Agustus 2010, 11:05 WIB
Elin Yunita Kristanti
Demo hari Aids sedunia (Antara/Yusran Ucang)
BERITA TERKAIT

* Jelang HUT RI, Bintang Kejora Berkibar
* Ratusan Prajurit TNI di Papua Terserang AIDS
* Ratusan Prajurit TNI Papua Positif HIV


VIVAnews - Warga Papua yang positif mengidap HIV/AIDS hingga Agustus 2010 diperkirakan diatas 5.000 jiwa. Peningkatannya cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

''Dinas Kesehatan belum memberikan data resmi, tapi diprediksikan jumlah pengidap HIV/AIDS di Papua meningkat tajam. Jika September tahun lalu masih sekitar 4.600 jiwa, kali ini diperkirakan di atas 5.000,'' ucap Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Papua, Costan Karma, usai pelantikan dirinya sebagai Sekda Provinsi Papua, Jumat 20 Agustus di Jayapura.

Dengan jumlah yang terus meningkat, virus HIV/AIDS masih momok yang menakutkan di Papua. ''Semua pihak harus memberikan perhatian, agar bisa menekan angka peningkatan dan penyebaran virus mematikan ini,'' tambah dia.

Dengan jumlah diatas 5.000 jiwa yang positif HIV/AIDS, Papua berada diurutan ke-5 dari seluruh provinsi di Indonesia. Tapi, jika dihitung berdasarkan persentase penduduk, Papua urutan pertama. Jumlah penduduk Papua 2,8 juta yang positif HIV/AIDS diatas 5.000 jiwa.

Menurut Costan, penyebaran HIV/AIDS di Papua masih didominasi melalui hubungan seks secara sembarangan.

Sebelumnya, Pangdam 17 Cenderawasih Mayor Jenderal Hotma Marbun membeberkan ada sekitar 144 personil TNI di jajarannya yang positif terinfeksi HIV/AIDS.

Polda Papua hingga kini belum membeberkan secara resmi berapa jumlah personilnya yang positif HIV/AIDS. Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk tahun ini pihaknya belum mendata berapa anggota polisi yang positif HIV/AIDS. ''Kami belum melakukan tes, jadi belum mengetahui secara pasti berapa jumlahnya,'' kata Wachyono.

Mengenai bagaimana dengan data tahun 2009, Wachyono mengatakan, akan mencoba mengkonfirmasi ulang ke Dokkes Polda Papua. ''Nanti saya akan cek, berapa jumlah yang positif HIV/AIDS,'' ujar dia.

Sumber VIVAnews di Polda Papua mengungkapkan, per Desember 2009, ada sekitar 84 personil Polisi yang positif HIV/AIDS. "Dan jumlah itu diprediksikan bertambah untuk tahun ini."

5.000 Warga Papua Kena AIDS, Termasuk Polisi

5.000 Warga Papua Kena AIDS, Termasuk Polisi
Diprediksikan jumlah pengidap HIV/AIDS di Papua meningkat tajam.
Jum'at, 20 Agustus 2010, 11:05 WIB
Elin Yunita Kristanti
Demo hari Aids sedunia (Antara/Yusran Ucang)
BERITA TERKAIT

* Jelang HUT RI, Bintang Kejora Berkibar
* Ratusan Prajurit TNI di Papua Terserang AIDS
* Ratusan Prajurit TNI Papua Positif HIV


VIVAnews - Warga Papua yang positif mengidap HIV/AIDS hingga Agustus 2010 diperkirakan diatas 5.000 jiwa. Peningkatannya cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

''Dinas Kesehatan belum memberikan data resmi, tapi diprediksikan jumlah pengidap HIV/AIDS di Papua meningkat tajam. Jika September tahun lalu masih sekitar 4.600 jiwa, kali ini diperkirakan di atas 5.000,'' ucap Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Papua, Costan Karma, usai pelantikan dirinya sebagai Sekda Provinsi Papua, Jumat 20 Agustus di Jayapura.

Dengan jumlah yang terus meningkat, virus HIV/AIDS masih momok yang menakutkan di Papua. ''Semua pihak harus memberikan perhatian, agar bisa menekan angka peningkatan dan penyebaran virus mematikan ini,'' tambah dia.

Dengan jumlah diatas 5.000 jiwa yang positif HIV/AIDS, Papua berada diurutan ke-5 dari seluruh provinsi di Indonesia. Tapi, jika dihitung berdasarkan persentase penduduk, Papua urutan pertama. Jumlah penduduk Papua 2,8 juta yang positif HIV/AIDS diatas 5.000 jiwa.

Menurut Costan, penyebaran HIV/AIDS di Papua masih didominasi melalui hubungan seks secara sembarangan.

Sebelumnya, Pangdam 17 Cenderawasih Mayor Jenderal Hotma Marbun membeberkan ada sekitar 144 personil TNI di jajarannya yang positif terinfeksi HIV/AIDS.

Polda Papua hingga kini belum membeberkan secara resmi berapa jumlah personilnya yang positif HIV/AIDS. Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk tahun ini pihaknya belum mendata berapa anggota polisi yang positif HIV/AIDS. ''Kami belum melakukan tes, jadi belum mengetahui secara pasti berapa jumlahnya,'' kata Wachyono.

Mengenai bagaimana dengan data tahun 2009, Wachyono mengatakan, akan mencoba mengkonfirmasi ulang ke Dokkes Polda Papua. ''Nanti saya akan cek, berapa jumlah yang positif HIV/AIDS,'' ujar dia.

Sumber VIVAnews di Polda Papua mengungkapkan, per Desember 2009, ada sekitar 84 personil Polisi yang positif HIV/AIDS. "Dan jumlah itu diprediksikan bertambah untuk tahun ini."

H.I.V A.I.D.S DI PAPUA

H.I.V A.I.D.S DI PAPUA

PAPUA DALAM KEADAAN SANGAT BERBAHAYA OLEH HIV AIDS
https://5magazine.wordpress.com/2010/12/16/the-first-man-curred-of-hiv-infection/
http://www.stephanielynnkeil.com/read/?p=1099
http://obatpropolis.com/hiv-bisa-hilang-dengan-nutrisi
http://search.vivanews.com/search?m=art&q=hiv+papua
http://www.myspace.com/healthysexuality/blog/302883556
http://arsipberita.com/show/keterbatasan-sarana-pmtct-hambat-pencegahan-hiv-anak-142361.html
http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/74-makanan-paling-menantang-di-vietnam?cid=today
http://isp.swanih.org/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=27&Itemid=37
http://kampungtki.com/baca/18425
https://dhiez.wordpress.com/tag/gejala-hiv-aids/
http://blog.umy.ac.id/zains/page/3/
http://atheistictemple.blogspot.com/2010/11/jesus-had-aids-he-eloquently-said.html


http://www.google.co.id/images?q=hiv&hl=id&prmd=ivns&source=lnms&tbs=isch:1&ei=1mONTfKTMcjKrAfTraTZDQ&sa=X&oi=mode_link&ct=mode&cd=2&ved=0CBcQ_AUoAQ&biw=1280&bih=616


Subtipe Baru Virus Hepatitis B Ditemukan
Sejauh ini, virus tersebut baru kami temukan di Papua."
Jum'at, 1 Oktober 2010, 14:31 WIB

Umi Kals

(www.cs.nyu.edu)


SURABAYA POST – Peneliti di Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga menemukan subtipe baru virus Hepatitis B. Sudah ada empat orang terinfeksi di Provinsi Papua. Hingga saat ini, terus dilakukan penelitian terkait dampak klinis dan penanganannya.

Salah satu peneliti, Prof Maria Inge Lusida dr MKes PhD SpMK, mengatakan virus baru itu ditemukan dalam penelitian yang dilakukan ITD bersama Kobe University pada 2007. Penelitian sendiri sudah berlangsung sejak 2006. Dari penelitian itu, ditemukan subtipe baru, yakni virus Hepatitis B C6 dan D6.

“Sejauh ini, virus tersebut baru kami temukan di Papua berdasarkan contoh darah yang kami ambil dari para penderita di sana,” kata Inge.

Inge menjelaskan, selama ini ada delapan genotipe virus Hepatitis B (A sampai H) dan sembilan subtipe (adw2, adw4, ayw1, ayw2, ayw3, ayw4, adrq+, adrq–, and ayr) yang sudah berhasil diidentifikasi di seluruh dunia. Berbagai genotipe dan subtipe virus itu dikelompokkan berdasarkan letak geografis, karakteristik virus dan dampak klinis yang mungkin ditimbulkan.

Dalam penelitian yang dilakukan atas contoh darah penderita Hepatitis B di Papua, virus yang ditemukan tidak masuk dalam subtipe yang sudah ada. Ada 27 isolat virus Hepatitis B atau virus yang diisolasi. Pasca dipisahkan sesuai genotipe, isolate yang masuk kelompok C (HBV/C) sebanyak 23. Dua isolat lain masuk genotipe HBV/B. Sementara dua lagi masuk dalam genotipe HBV/D.

Namun, setelah diteliti lebih lanjut ada isolate yang tidak masuk dalam subkelompok di tipe C dan D. Virus tersebut kemudian dikategorikan menjadi HBV/C6 dan HBV/D6.

“Sampai saat ini kami belum menemukan virus yang sama di tempat lain di luar Papua,” kata Inge. Hanya saja, penelitian yang dilakukan belum sampai tahap klinis. Artinya, untuk saat ini belum diketahui tingkat keganasan dari subtipe baru virus Hepatitis B.

“Penelitian yang sudah kami lakukan baru menemukan sub tipe baru dari virus Hepatitis B. Kami belum bisa memprediksi tingkat keganasannya karena untuk masalah klinisnya perlu penelitian lebih lanjut,” kata Guru besar Fakultas Kedokteran Unair di bidang Mikrobiologi ini .

Namun jika dilihat secara keseluruhan, virus Hepatitis B termasuk virus yang mematikan. Di Indonesia sendiri, Hepatitis B termasuk salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Apalagi jika terjadi komplikasi dengan HIV (human immunodeficiency virus). Mengingat sub tipe baru hanya ditemukan di Papua, sementara jumlah kasus penderita HIV/AIDS di tempat ini sangat tinggi, dampak bagi kesehatan bisa sangat besar.

Inge mengatakan, selain subtipe HBV/C6 dan HBV/D6, baru-baru ini juga ditemukan subtipe C11. Uniknya, virus ini hanya ditemukan di dataran tinggi Papua.

H.I.V A.I.D.S DI PAPUA

PAPUA DALAM KEADAAN SANGAT BERBAHAYA OLEH HIV AIDS
https://5magazine.wordpress.com/2010/12/16/the-first-man-curred-of-hiv-infection/
http://www.stephanielynnkeil.com/read/?p=1099
http://obatpropolis.com/hiv-bisa-hilang-dengan-nutrisi
http://search.vivanews.com/search?m=art&q=hiv+papua
http://www.myspace.com/healthysexuality/blog/302883556
http://arsipberita.com/show/keterbatasan-sarana-pmtct-hambat-pencegahan-hiv-anak-142361.html
http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/74-makanan-paling-menantang-di-vietnam?cid=today
http://isp.swanih.org/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=27&Itemid=37
http://kampungtki.com/baca/18425
https://dhiez.wordpress.com/tag/gejala-hiv-aids/
http://blog.umy.ac.id/zains/page/3/
http://atheistictemple.blogspot.com/2010/11/jesus-had-aids-he-eloquently-said.html


http://www.google.co.id/images?q=hiv&hl=id&prmd=ivns&source=lnms&tbs=isch:1&ei=1mONTfKTMcjKrAfTraTZDQ&sa=X&oi=mode_link&ct=mode&cd=2&ved=0CBcQ_AUoAQ&biw=1280&bih=616

H.I.V - A.I.D.S DI PAPUA SANGAT BERBAHAYA

Rabu, 23 Maret 2011

VISI MISI SMP N 1 DOGIYAI


PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DOGIYAI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
SMP NEGERI 1 DOGIYAI



VISI, MISI, DAN TUJUAN


Visi Sekolah : Melalui Pendidikan dan Pembinaan para lulusan SMP Negeri 1. Dogiyai lebih unggul di bidang IPTEK, Keterampilan dan Imtaq dan berbudi pekerti luhur.

Indikator : Unggul dalam bidang : IPTEK, berkomunikasi dengan bahasa Inggris, kesenian dan budaya daerah, kepercayaan, peningkatan budi pekerti luhur

Misi Sekolah : Melaksanakan pembelajaran secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, mengoptimalkan latihan berbahasa Inggris dalam berkomunikasi dengan guru, siswa dan masyarakat yang gemar bahasa Inggris, menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran Agama yang dianut, meningkatkan pembinaan terhadap Olah Raga menuju ketercapaian Prestasi yang diharapkan, menumbuhkan Minat Tim Kesenian yang mampu tampil dalam Acara-acara tertentu.
Tujuan Sekolah : Pada Tahun 2011 peningkatan Skor/CSA minimal 7.0, pada tahun 2012 dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris, setiap siswa selalu tetap taat pada Ajaran Agama yang dianutnya, pada Tahun 2011 memiliki Tim Olahraga Minimal 4 cabang yang mampu finalis ditingkat Kecamatan dan kalau bias di tingkat Kabupaten, pada Tahun 2011 memiliki Tim Kesenian yang mampu tampil pada acara setingkat kota.

IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA DISEKOLAH
SMP Negeri 1 Dogiyai berlokasi di Kecamatan Dogiyai, di Kampung Dogimani sebelah bagian barat Ibu Kota Kabupaten Dogiyai, yang Kurang lebih 7-10 Km, sehingga banyak tantangan dan rintangan yang dihadapinya misalnya :
SMP Negeri 1 Dogiyai ini Baru Angkatan Pertama, menduduki angka persis nilai skortnya 97 % siswa memiliki skor standar masuk SMA/SMK/STM Negeri maupun swasta yang favorite di Dogiyai,Nabire,Jayapua, Papua, dan di Indonesia. Baru 25% siswa yang dapat berbahasa Inggris namun masih mengalami kesulitan karena sekolah baru. Potensi siswa dibidang Olah Raga harus ditunjang baik karena kekurangan Dana walaupun Guru Tidak Tetap masih siap. Pembinaan penghayatan terhadap Agama yang dianut dapat berjalan lancar karena ada Guru Profesional pada setiap Agama. Potensi siswa pada bidang Kesenian dan Budaya cukup tinggi karena ada Guru Tidak Tetap Tenaga Profesional.

SASARAN SEKOLAH
Belum menentu siswa dapat masuk SMA,SMK/STM Favorit mereka karena sekolah baru. Sebagian besar siswa dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Seluruh siswa dapat menumbuhkan penghayatan terhadap agama yang dianutnya. Sebagian besar siswa tampil dalam kegiatan olah raga ditingkat Kecamatan ataupun di Kota Kabupaten.Banyak siswa yang memiliki bakat dan prestasi dibidang Kesenian dan Kebudayaan.


Dogiyai, Senin, 21 Maret 2011

Kepala SMP Negeri 1 Dogiyai



t t d


YULIANUS BADII A. Ma. Pd
NIP.132 128 048

KATA SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DOGIYAI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
SMP N 07 DOGIYAI


SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH

Salam Sejahtera .... ......................

Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kehendak dan kuasanya sehingga web site SMP Negeri 07 Dogiyai ini dapat dibuat.

Website yang sederhana ini berisi informasi tentang kondisi pembelajaran dan segala aktifitas pendidikan di SMP Negeri 07 Dogiyai, yang terdiri dari beberapa Bidang Studi Keahlian di era Globalisasi Ilmu Pengetahuan yaitu : IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Telekomunikasi Informasi dan Komputer (TIK).

Harapan saya, dimasa yang akan datang web site ini dapat lebih ditingkatkan, sehingga masyarakat akan mendapatkan informasi tentang pendidikan di SMP Negeri 07 Dogiyai yang aktual dan up to date.

Website ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan web site yang kami buat, khususnya tentang materi dari web site ini maupun tampilan web site ini secara umum.

Akhirnya dengan adanya web site ini semoga dapat bermanfaat bagi semua pihak, dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan SMP Negeri 07 Dogiyai khususnya bidang pendidikan menengah Pertama di Distrik Dogiyai ini dimasa yang akan datang

Rabu, 23 Maret 2011
Kepala SMP Negeri 07 Dogiyai


t t d

YULIANUS BADII A. Ma. Pd
NIP.132 128 048