Ratusan Prajurit TNI Papua Positif HIV
Ini yang terbesar dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia.
Kamis, 12 Agustus 2010, 09:16 WIB
Elin Yunita Kristanti
Prajurit TNI di Kodam IV/Diponegoro, Semarang (ANTARA/R. Rekotomo)
BERITA TERKAIT
* Lagi, Anggota OPM Tembaki Warga
* Kelompok Separatis Papua Tembak Mati Warga
* Puncak Jaya Masih Mencekam
* Polisi Baku Tembak Dengan OPM Satu Kritis
* OPM Tembaki Warga Puncak Jaya
VIVAnews - Berita mengejutkan datang dari Papua, sedikitnya 144 personel TNI dari jajaran Kodam XVII Cenderawasih Papua, positif terinfeksi HIV/AIDS. Bahkan empat di antaranya meninggal. Menurut Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Hotma Marbun, ini yang terbesar dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia.
Ternyata, potensi tentara di Papua mengidap HIV/AIDS sudah bisa dilihat dari penerimaan calon prajurit. Ada saja yang terinfeksi, rata-rata 5-7 orang.
''Setiap dibuka pendaftaran, pasti ada calon prajurit yang positif mengidap HIV/AIDS, bahkan jumlahnya bisa 10 persen dari total yang mendaftar yakni rata-rata 300 orang. Itu pun baru pendaftar Jayapura,'' ujar Komandan Batalyon Infantri 751/Berdiri Sendiri Letkol Inf. Tatang Subarna, di markasnya di Sentani Papua, Kamis, 12 Agustus.
Padahal, calon prajurit itu masih dalam usia potensial, 17-21 tahun. ''Kami prihatin, dalam usia yang masih sangat muda dan begitu potensial, sudah terkena virus HIV/AIDS,'' ucapnya.
Menurut Tatang, jika ditemukan calon prajurit yang terinfeksi penyakit mematikan itu, pihaknya memilih untuk tidak memberitahukannya kepada yang bersangkutan.
''Bagi calon prajurit yang terinfeksi, kami hanya sebatas mengatakan kepada yang bersangkutan, Anda tidak lulus kesehatan. Namun, kami tidak membeberkan jenis penyakitnya,'' kata dia. (Laporan: Banjir Ambarita, Papua | kd)
• VIVAnews
1111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
Fokus
Ratusan Prajurit TNI di Papua Terserang AIDS
Sekitar 144 prajurit terinfeksi lewat hubungan seks. Empat tewas, 15 ribu masih diperiksa.
Kamis, 12 Agustus 2010, 23:30 WIB
Ita Lismawati F. Malau
(ANTARA/R. Rekotomo)
BERITA TERKAIT
* Ratusan Prajurit TNI Papua Positif HIV
* 144 Personel TNI di Papua Positif HIV/AIDS
* Lagi, Anggota OPM Tembaki Warga
* Kelompok Separatis Papua Tembak Mati Warga
* Puncak Jaya Masih Mencekam
VIVAnews - Sedikitnya 144 personel TNI dari jajaran Kodam XVII Cenderawasih Papua, positif terinfeksi virus mematikan, HIV/AIDS. Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Hotma Marbun menyatakan jumlah ini tertinggi dibandingkan Kodam lain di wilayah Indonesia.
Menurut Hotma, para prajurit TNI terinfeksi HIV/AIDS sebagian besar tertular melalui hubungan badan. "Anggota yang terkena virus mematikan itu adalah mereka yang nakal, melakukan hubungan seks secara sembarangan,'' ujarnya.
Jumlah penderita tentu mengejutkan mengingat yang terkena adalah anggota militer, suatu organisasi berdisiplin tinggi. "Harus diingat, personil TNI juga manusia biasa," ujar anggota Komisi I DPR Agus Gumiwang dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis 12 Agustus 2010, menanggapi kabar buruk dari Papua itu.
Sejauh ini, ada empat personil TNI yang melayang jiwanya akibat penyakit ini. Sementara 15 ribu prajurit masih diperiksa.
Agus menilai perlu ada perhatian khusus bagi prajurit yang ada di pelosok, dan perbatasan saat mereka off duty karena ini bukan masalah sepele. "Apa saja yang mereka lakukan selama off itu. Ini harus dipelajari betul," kata dia.
Saat tak bertugas, kata Agus, prajurit pasti berinteraksi dengan penduduk sipil di sekitarnya. "Dan harus diingat, penyebaran HIV AIDS di Papua pun tergolong tinggi," ujar Agus.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus AIDS kumulatif 19.973 kasus sampai 31 Desember 2009. Sebanyak 2808 berasal dari Papua. Jumlah ini termasuk tinggi mengingat penduduk Papua masih sedikit. Angka penderita HIV/AIDS Papua itu tak beda jauh dengan provinsi berpenduduk banyak, 2828 penderita.
"Saya kira memang ada hubungan dengan epidemi virus ini di Papua," kata Agus.
Dia menambahkan, TNI dan negara memang seharusnya memberikan fasilitas bagi prajurit yang bertugas di pedalaman dan perbatasan. "Buku atau peralatan olahraga. Kalau prajurit di pulau Jawa masih lebih enak banyak hiburan, dekat sanak saudara," kata dia. Sehingga, sambungnya, hal-hal yang 'mengganggu pikiran' prajurit saat tak bertugas bisa diminimalisir.
Meski demikian, dia mengakui anggaran TNI untuk fasilitas ini begitu minim. "Tapi, saya kira gaya hidup masyarakat Papua tidak mempengaruhi profesionalitas TNI."
Agus mengatakan sosialisasi betapa bahayanya penyakit HIV/AIDS menjadi pekerjaan rumah TNI sebagai institusi. Pasalnya, kata dia, prajurit yang sudah terjangkit tentu tak bisa bertugas semaksimal prajurit sehat. "Pusing dan sakit kepala saja bisa mengganggu tugas."
Sementara itu, infeksi HIV/AIDS bahkan sudah terdeteksi sejak seleksi calon prajurit. Komandan Batalyon Infantri (Yonif) 751/Berdiri Sendiri Letkol Inf. Tatang Subarna mengatakan dalam setiap penerimaan calon prajurit, ada saja yang terinfeksi virus penggerogot kekebalan tubuh itu. Rata-rata jumlahnya 5-7 orang.
"Bahkan jumlahnya bisa 10 persen dari total yang mendaftar yakni rata-rata 300 orang. Itu pun baru pendaftar Jayapura," ujar Letkol Tatang di markas Yonif 751, Sentani, Papua.
Padahal, calon prajurit itu masih dalam usia potensial, 17-21 tahun. "Kami prihatin, dalam usia yang masih sangat muda dan begitu potensial, sudah terkena virus HIV/AIDS," ucapnya. Menurut Tatang, jika ditemukan calon prajurit terinfeksi penyakit mematikan itu, pihaknya memilih untuk tidak memberitahu yang bersangkutan.(np)
• VIVAnews
0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Nasional
Jawa Timur
144 Personel TNI di Papua Positif HIV/AIDS
Sebagian besar para prajurit TNI terinfeksi HIV/AIDS melalui hubungan badan.
Selasa, 10 Agustus 2010, 13:31 WIB
Amril Amarullah
Penderita AIDS di Afrika (countdown.org)
BERITA TERKAIT
* Ganti Luna, Aline Prihatin Anak Derita AIDS
* Ibu Positif HIV/AIDS Lahirkan 5 Bayi
* Di NTB, 16 Balita Positif HIV/AIDS
* 15 Bayi Positif HIV di Singkawang
* 23 Warga Jakbar Kena HIV/AIDS
VIVAnews - Sedikitnya 144 personel TNI dari jajaran Kodam XVII Cenderawasih Papua, positif terinfeksi HIV/AIDS. Sementara sebanyak 15 ribu prajurit masih diperiksa.
"Ini merupakan yang terbesar dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia, dan dari 144 prajurit itu, empat sudah meninggal dunia," kata Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Hotma Marbun kepada wartawan di Makodam Cenderawasih, Polimak Jayapura, Selasa 10 Agustus 2010.
Menurutnya, para prajurit TNI terinfeksi HIV/AIDS sebagian besar tertular melalui hubungan badan. "Anggota yang terkena virus mematikan itu, adalah mereka yang nakal, yang melakukan hubungan seks secara sembarangan,'' ujarnya.
Tentu, kata Pangdam, ini pelajaran berharga bagi prajurit lainnya untuk tidak main-main dengan penyakit itu. Sebagai langkah awal agar virus tersebut tidak menularkan ke tubuh prajurit lainnya, Kodam VXII Cenderawasih, gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS.
Sedangkan, bagi prajurit yang sudah positif terinfeksi, dilakukan pengobatan secara rutin. Kodam XVII berupaya mencegah penyebaran virus itu, dengan mengingatkan seluruh prajurit untuk tidak sembarangan dalam melakukan hubungan intim. "Bagi yang terkena diobati secara teratur dan menyeluruh,'' paparnya.
Bahkan, tidak hanya prajurit aktif, menurut Pangdam, sejumlah calon prajurit TNI AD yang sedang mendaftar, sudah terinfeksi HIV/AIDS, dan usianya antara 18 hingga 20 tahun.
''Calon prajurit yang mendaftar di Kodam XVII banyak juga yang positif kena HIV/AIDS, usia mereka rata-rata sangat potensial, 18-20 tahun,'' singkatnya. (umi)
Laporan: Banjir Ambarita | Papua
• VIVAnews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar